Sabtu, 27 November 2010

my inspiration:)


Albert Einstein was born at Ulm, in W√ľrttemberg, Germany, on March 14, 1879. Six weeks later the family moved to Munich, where he later on began his schooling at the Luitpold Gymnasium. Later, they moved to Italy and Albert continued his education at Aarau, Switzerland and in 1896 he entered the Swiss Federal Polytechnic School in Zurich to be trained as a teacher in physics and mathematics. In 1901, the year he gained his diploma, he acquired Swiss citizenship and, as he was unable to find a teaching post, he accepted a position as technical assistant in the Swiss Patent Office. In 1905 he obtained his doctor's degree.

During his stay at the Patent Office, and in his spare time, he produced much of his remarkable work and in 1908 he was appointed Privatdozent in Berne. In 1909 he became Professor Extraordinary at Zurich, in 1911 Professor of Theoretical Physics at Prague, returning to Zurich in the following year to fill a similar post. In 1914 he was appointed Director of the Kaiser Wilhelm Physical Institute and Professor in the University of Berlin. He became a German citizen in 1914 and remained in Berlin until 1933 when he renounced his citizenship for political reasons and emigrated to America to take the position of Professor of Theoretical Physics at Princeton*. He became a United States citizen in 1940 and retired from his post in 1945.

After World War II, Einstein was a leading figure in the World Government Movement, he was offered the Presidency of the State of Israel, which he declined, and he collaborated with Dr. Chaim Weizmann in establishing the Hebrew University of Jerusalem.

Einstein always appeared to have a clear view of the problems of physics and the determination to solve them. He had a strategy of his own and was able to visualize the main stages on the way to his goal. He regarded his major achievements as mere stepping-stones for the next advance.

At the start of his scientific work, Einstein realized the inadequacies of Newtonian mechanics and his special theory of relativity stemmed from an attempt to reconcile the laws of mechanics with the laws of the electromagnetic field. He dealt with classical problems of statistical mechanics and problems in which they were merged with quantum theory: this led to an explanation of the Brownian movement of molecules. He investigated the thermal properties of light with a low radiation density and his observations laid the foundation of the photon theory of light.

In his early days in Berlin, Einstein postulated that the correct interpretation of the special theory of relativity must also furnish a theory of gravitation and in 1916 he published his paper on the general theory of relativity. During this time he also contributed to the problems of the theory of radiation and statistical mechanics.

In the 1920's, Einstein embarked on the construction of unified field theories, although he continued to work on the probabilistic interpretation of quantum theory, and he persevered with this work in America. He contributed to statistical mechanics by his development of the quantum theory of a monatomic gas and he has also accomplished valuable work in connection with atomic transition probabilities and relativistic cosmology.

After his retirement he continued to work towards the unification of the basic concepts of physics, taking the opposite approach, geometrisation, to the majority of physicists.

Einstein's researches are, of course, well chronicled and his more important works include Special Theory of Relativity (1905), Relativity (English translations, 1920 and 1950), General Theory of Relativity (1916), Investigations on Theory of Brownian Movement (1926), and The Evolution of Physics (1938). Among his non-scientific works, About Zionism (1930), Why War? (1933), My Philosophy (1934), and Out of My Later Years (1950) are perhaps the most important.

Albert Einstein received honorary doctorate degrees in science, medicine and philosophy from many European and American universities. During the 1920's he lectured in Europe, America and the Far East and he was awarded Fellowships or Memberships of all the leading scientific academies throughout the world. He gained numerous awards in recognition of his work, including the Copley Medal of the Royal Society of London in 1925, and the Franklin Medal of the Franklin Institute in 1935.

Einstein's gifts inevitably resulted in his dwelling much in intellectual solitude and, for relaxation, music played an important part in his life. He married Mileva Maric in 1903 and they had a daughter and two sons; their marriage was dissolved in 1919 and in the same year he married his cousin, Elsa Löwenthal, who died in 1936. He died on April 18, 1955 at Princeton, New Jersey.

From Nobel Lectures, Physics 1901-1921, Elsevier Publishing Company, Amsterdam, 1967

Senin, 16 Februari 2009

TANPA MU ( THE TITANS )

[intro] G Em D Am

C D Em
Ku coba \'tuk tetap berpijak
C
Dibumi yang tak bertepi
D G
Tak kan menangis di sini
C D Em
Tempatku mungkin kan terganti
C Am Em D
Namun mimpiku kan tetap menanti

[chorus]
G D/F#
Ku kan pergi jauh
Em D
Bawa cintaku
C Bm Am D
Tanpa hadirmu di sisiku
G D/F#
Kuberharap bintang
Em D C
Datang temani langkahku
Bm Am D
dalam kusepi

C D Em
Mungkin tak akan ada lagi
C
Bayangmu dalam hatiku
D G
Yang kan temani hidupku
C D Em
Namun kau slalu hiasi mimpiku
C Am Em D
Walau aku tak menanti disini

Minggu, 23 November 2008

PROFILKU..!!

HYY.......!!!!!
Nama lengkapku : Muhammad Ahdiyat kautsar
TTL : Palembang,23 september 1994
kelas : IX.5
Alamat lengkap : Jln. Sukabangun2 lrg akasia rt/rw 28/04 no.1708
cita-cita : menjadi pemain sepak bola
kata mutiara : hargailah terus waktu mu karena ,waktu takkan berputar ulang

Minggu, 09 November 2008

MENGAKSES INTERNET..!!

Ayo Mengakses Internet Melalui Televisi

Kamis, 27 September, 2007 oleh Ilma Pratidina

Sampai saat ini, masyarakat pedesaan masih kesulitan untuk memperoleh akses internet karena terbatasnya infrastruktur jaringan Internet. Mayoritas masyarajkat kita lebih suka membeli televisi daripada komputer. Itu sebabnya televisi sebagai media informasi sudah banyak dimiliki oleh masyarakat pedesaan. Maka terbetiklah solusi untuk membuat orang mampu mengakses Internet melalui pesawat televisi. Bagaimana caranya?

Ada satu aplikasi pengembangan dari Internet broadcasting, yaitu dimana sistem Internet dipadukan dengan televisi. Media yang digunakan adalah media untuk penyiaran televisi, seperti: terestrial, menggunakan gelombang UHF dan VHF, kabel dan satelit dengan gelombang mikro. Prinsipnya adalah melewatkan paket-paket data pada sinyal video komposit.(

(http://netsains.com/2007/09/ayo-mengakses-internet-melalui-televisi/)


Setting internet menggunakan telkomsel flash

Telkomsel flash merupakan solusi alternatif internet menggunakan jasa operator dengan tarif yang murah, terjangkau untuk semua kalangan. sedangkan telkomsel flash bisa digunakan dengan menggunakan ponsel gsm yang bisa gprs maupun ponsel 3g.

Penerapan koneksi internet menggunakan telkomsel flash tergantung lokasi, jika lokasi anda termasuk kolasi yang menjangkau 3gnya telkomsel maka anda dapat menggunakannya tapi bagi lokasi yang tidak support ya terpaksa deh menggunakan jalur gprs.

  1. Paket Reguler TELKOMSELFlash (Time Based / Volume Based)

Langkah-langkah yang sangat mudah dapat anda lakukan untuk menggunakan TELKOMSELFlash dengan memilih Paket Reguler TELKOMSELFlash (time based atau Volume Based), yaitu :

  1. Daftarkan simcard TELKOMSEL anda (kartuHALO/simPATI/Kartu As) dengan cara mengirimkan sms, ketik : flash kirim ke nomor 3636, dan beberapa saat kemudian anda akan mendapatkan konfirmasi bahwa simcard anda sudah dapat digunakan untuk mengakses internet dengan menggunakan layanan TELKOMSELFlash;
  2. Lakukan konfigurasi APN (access point name) pada aplikasi modem/handphone anda yang sudah terpasang di PC/LAPTOP (jenis aplikas cara konfigurasi akan berbeda tergantung merek/tipe masing-masing modem/handphone).
    • Gunakan APN : flash, untuk pilihan Paket Reguler Time Based.
    • Gunakan APN : internet, untuk pilihan Paket Reguler Volume Based.

    CATATAN, jika anda menggunakan Kartu PraBayar dan menggunakan Ponsel GSM yang gprs maka layanan yang dpaat anda gunakan adalah volume base, adapun seting ponsel yang dapat anda lakukan adalah sebagai berikut :

    1. Koseksikan hp/ponsel anda dengan laptop, terserah menggunakan kabel data atau bluethoot.
    2. Install driver modem yang sesuai dengan hp/ponsel anda.
    3. Setelah selesai, klik kanan modem, pilih properties, di tab advanced ketikkan at+cgdcont=1,”IP”,”internet” untuk yang valume base
      at+cgdcont=1,”IP”,”flash” untuk yang time base
    4. Buat dial up connection menggunakan modem tersebut
  3. Pilih atau Aktifkan Paket Reguler yang anda kehendaki dengan cara :
    1. Paket Reguler Time Based : Pemilihan paket dilakukan di HOME SCREEN TELKOMSELFlash yang akan otomatis terbuka di internet browser anda setelah anda terkoneksi menggunakan modem/handphone.
    2. Paket Reguler Volume Based (hanya untuk pelanggan kartuHALO/Prabayar) : Datang/hubungi pusat pelayanan TELKOMSEL (Grhapari) terdekat untuk mengaktifkan pilihan paket regular volume base.
  4. Setelah langkah1 sampai 3 sudah selesai dilakukan, maka anda sudah siap untuk melakukan browsing, chatting maupun mengakses email di internet kapanpun dan dimanapun dalam jangkauan jaringan data terluas TELKOMSEL (HSDPA/UMTS/EDGE/GPRS)

Paket Berlangganan 12 Bulan TELKOMSELFlash GRATIS MODEM ( Time Based / Volume Based) – Bagi Pelanggan kartuHALO

  • Datang dan Hubungi petugas pelayanan TELKOMSEL di Grhapari terdekat;
  • Isi dan Lengkapi formulir SURAT PERNYATAAN BERLANGGANAN PAKET KONTRAK 1 TAHUN TELKOMSELFlash (GRATIS MODEM);
  • Tunggu Survey dan Verifikasi data anda yang akan dilakukan oleh TELKOMSEL, bagi anda pelanggan setia kartuHALO sebelumnya, maka persetujuan aktifasi paket dapat dilakukan seketika di tempat, syarat dan ketentuan berlaku;
  • Modem Gratis akan segera dikirimkan ke alamat rumah/pengiriman anda;
  • Hubungkan Modem yang telah anda dapatkan ke PC/LAPTOP, gunakan profile :
    • Tsel Broadband, bagi anda yang mengaktifkan Paket Berlangganan Time Based.
    • Tsel Internet, bagi anda yang mengaktifkan Paket Berlangganan Volume Based.
t-menggunakan-telkomsel-flhttp://wa2n.staff.uns.ac.id/2008/09/03/seting-interneash/]

Internet Dengan Handphone

Menyambung tulisan sebelumnya, saya ingin memberikan satu tips lagi untuk berinternet menggunakan Phoncell. Perkembangan teknologi memperluas fungsi HP, tidak hanya sebagai alat komunikasi biasa tetapi juga bisa digunakan untuk mengakses internet. Terdapat dua cara yang dapat anda lakukan untuk berinternet dengan HP:

1. Menggunakan layanan WAP

Mungkin anda sering mendengar istilah WAP. Ketika membeli HP, WAP merupakan salah satu fitur yang ada. WAP (Wireless Application Protocol) adalah protokol yang digunakan pada handphone agar dapat terhubung dengan internet. Sehingga jika anda ingin mengakses internet, maka handphone anda harus mendukung layanan WAP. Namun layanan WAP tersebut tidak akan berarti tanpa dukungan dari operator seluler. Operator seluler merupakan pihak yang menyediakan Bearer agar data dapat dikirim dan diterima. Bearer adalah jaringan yang digunakan untuk mentransmisikan data. Operator seluler di Indonesia menggunakan CSD (Circuit Switch Data), GPRS (General Packer Radio Services) dan CDMA (Code Division Multiple Access) sebagai bearer layanan WAP. Penjelasan setiap bearer akan saya jelaskan nanti.

Langkah awal yang harus anda persiapkan untuk memulai internet menggunakan layanan WAP adalah:

Pastikan bahwa handphone dan operator seluler yang anda gunakan mendukung layanan WAP

2. Menggunakan Modem Handphone

Cara kedua merupakan cara yang paling nyaman handphone dipakai sebagai modem internet dan kita menggunakan laptop atau PC untuk mengakses Internet.

Modem adalah perangkat perantara untuk menghubungkan komputer dengan internet. Namun tidak semua handphone dapat dijadikan modem, hanya handphone yang memiliki bearer (jaringan transmisi data) GPRS atau CDMA yang dapat digunakan. Selain itu, juga diperlukan perangkat perantara untuk menghubungkan komputer dengan handphone. Perangkat ini dapat berupa Kabel Data, Bluetooth ata IrDa (InfraRed).

Oleh karena itu yang harus dipersiapkan untuk memulai ber- internet menggunakan modem handphone adalah:

  1. Pastikan handphone dan operator seluler yang anda gunakan mendukung bearer yang ada.
  2. Tentukan perangkat perantara yang akan digunakan : kabel data, bluetooth atau IrDa (InfraRed).

TARIF

Akses internet denga HP selalu indentik dengan tarif mahal. Sehingga kebanyakan orang lebih memilih ke warnet daripada harus kehilangan pulsa. Seperti penjelasan sebelumnya, sebenarnya banyak keuntungan yang bisa anda peroleh. Nah, yang perlu anda ketahui adalah besarnya tarif yang dibebankan oleh setiap operator, sehingga anda dapat menghitung kemampuan pulsa anda.

Terdapat 2 sistem penghitung tarif akses internet, yaitu:

1. Time Base

Perhitungan tarif berdasarkan pada jumlah waktu yang anda gunakan untuk mengakses internet. Biasanya diberlakukan per menit, lamanya waktu akses.

2. Volume Base

Perhitungan tarif berdasarkan pada besarnya file yang anda download atau yang diakses melalui intenet. Biaya dihitung per Kbyte, seberapa besar file/data yang diakses.

Baik Time Base maupun Volume Base, penggunaan sistem perhitungan tarif sangat bergantung pada masing-masing operator. Operator GSM menggunakan sistem time base jika bearer yang digunakan CSD dan sistem volume base untuk bearer GPRS. Berbeda dengan operator CDMA, ada yang hanya menggunakan satu sistem perhitungan saja ataupun keduanya.

Mana yang lebih baik? Tentu saja sistem perhitungan volume base lebih baik, karena anda dapat memperkirakan dan menghitung beban biaya sendiri. Saat ini banyak operator yang menawarkan paket internet bulan dengan cara berlangganan. Anda dapat menghubungi service center terdekat untuk memgetahui paket-paket yang ditawarkan. Bagaimanapun, semua tergantung kepada anda bagaiman memilih SIM Card dengan tepat yang memiliki tarif murah.

Tabel dibawah ini bisa manjadikan perbandingan untuk anda dalam memilih operator selular mana yang anda anggap murah dalam berinternent nantinya.

Operator

CSD

GPRS

CDMA

Time Base

Volume Base

Simpati / Kartu AS 1.000,-/mnt Rp 30,-/KB

Kartu Halo 1.000,-/mnt Rp 25,-/KB

XL
Rp 10,-/KB

Mentari
Rp 5,-/KB

Matrix
Rp 15,-/KB

IM3 400,-/mnt Rp 10,-/KB

Flexi


Rp 3,-/KB
Esia


Rp 5,-/KB
Fren

160,-/mnt Rp 2,-/KB
StarOne


Rp 3,-/KB

Untuk cara pengaktivan dan setting GPRS pada phone cell, anda bisa lihat pada General Setting GPRS dan MMS pada tulisan sebelumnya. Selamat berinternet (^_^).

This entry was posted on May 9, 2008 at 9:40 pm and is filed under Tips. Tagged: , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

http://syntaxis.wordpress.com/2008/05/09/internet-dengan-handphone/

Cara Koneksi Internet Via Hotspot di Alun-Alun Bojonegoro

Masyarakat Bojonegoro pantas bersyukur karena dapat mengakses internet dengan gratis melalui hotspot internet yang disediakan Pemda dan Pemkab Bojonegoro yang bekerja sama dengan PT Telkom yang dipusatkan di Alun-Alun Bojonegoro. Beritanya ada di my life. Sedangkan cara koneksi internet via Hotspot di Alun-Alun Bojonegoro dapat disimak pada tips berikut ini.

Langsung saja, kita simak tips koneksi internet via Hotspot di Alun-Alun Bojonegoro, setidaknya menurut pengalaman saya pada Hari Sabtu, 9 Juli 2008 lalu, seperti yang saya ceritakan di sini. Cara koneksinya tidak berbeda dengan cara koneksi internet via hotspot di Alun-Alun Ngawi seperti yang pernah saya posting di sini.

  • Pastikan laptop/PDA Anda mempunyai fasilitas Wifi (Wireless Fidelity). Biasanya laptop/notebook keluaran baru, sudah built in fasilitas ini atau jika belum, Anda dapat membelinya secara terpisah.
  • Jika belum aktif, Aktifkan Wifi tersebut terlebih dahulu, dengan cara :
  • Klik Start >> Setting >> Control Panel >> Network Connections >> hingga muncul tampilan sebagai berikut.

  • Kemudian klik kanan pada Wireless Network Connection pilih enable seperti di bawah ini.

  • Tunggu beberapa saat untuk Wireless Network Connection menjadi aktif.

  • Kemudian lakukan klik kanan pada Wireless Network Connection (yang telah aktif tersebut) dan pilih view available Wireless Networks, seperti di bawah ini.

(Atau bisa juga dilakukan dengan menDouble klik icon Wireless Connection yang ada dikanan bawah desktop)

  • Kemudian Wifi akan mencari wireless network connection yang aktif (sinyal hotspot) yang ada di sekitarnya, jika memang ada sinyal (hotspot yang aktif maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.

Kebetulan di Alun-Alun Bojonegoro ini juga terdapat banyak “sinyal” hotspot, yaitu lima buah, dua gratis dan tiga lainnya secure (berbayar). Kedua hotspot yang gratis tersebut adalah Telkom Speedy HOTspot PEMKAB, HOTSPOT PEMDA FREE..

  • Kemudian pilih salah satu dari Hotspot yang ada, misalnya Telkom Speedy HOTSpot PEMKAB dengan mengarahkan mouse ke pilihan hotspot tersebut. (Atau Anda dapat memilih dan mencoba-coba yang lainnya)


  • Kemudian pilih connect dan kemudian ada jendela peringatan seperti di bawah ini, dan langsung klik Connect Anyway.

  • Tunggu beberapa saat WIFI sedang menunggu koneksi dari hotspot, seperti di bawah ini.

  • Network yang sudah terhubung akan ditandai dengan “Connected”, seperti di bawah ini.

  • Setelah ini, Anda sudah bisa melakukan browsing atau chatting sesuka Anda.
  • Untuk memutuskan koneksi, klik disconnect, ada jendela konfirmasi seperti di bawah ini.

  • Kemudian klik Yes, jika benar-benar ingin memutuskan koneksi.

Demikian semoga bermanfaat, jika masih ada yang kurang jelas, silakan hubungi Panduan Cara Koneksi Hotspot Telkom di sini. Dan juga jangan lupa kunjungi bisnis internet.

[ http://tips-net.blogspot.com/2008/08/cara-koneksi-internet-via-hotspot-di_10.html]





Minggu, 26 Oktober 2008

MY TELEVISION..!!

JARINGAN..!!!

1. Pengertian Komunikasi Data.
Komunikasi data merupakan gabungan dari teknik telekomunikasi dengan teknik pengolahan data.
• Telekomunikasi adalah segala kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran informasi dari titik ke titik yang lain;
• Pengolahan data adalah segala kegiatan yang berhubungan dengan pengolahan data;
• Gabungan kedua tehnik ini selain disebut dengan komunikasi data juga disebut dengan teleprocessing (pengolahan jarak jauh);
• Secara umum komunikasi data dapat dikatakan sebagai proses pengiriman informasi (data) yang telah diubah dalam suatu kodetertentu yang telah disepakati melalui media listrik atau elektro-optik dari titik ke titik yang lain;
• Sistem komunikasi data adalah jaringan fisik dan fungsi yang dapat mengakses komputer untuk mendapatkan fasilitas seperti menjalankan program, mengakses basis data, melakukan komunikasi dengan operator lain, sedemikian rupa sehingga semua fasilitas berada pada terminalnya walaupun secara fisik berada pada lokasi yang terpisah.

2. asi

Seharusnya kita meletakan wireless router pada tengah-tengah area atau ruangan yang ingin kita jangkau. Jika tidak memungkinkan, berarti kita harus meletakkannya di area yang terbuka, nantinya kita akan menambah peralatan lain untuk menguatkan sinyal dari wireless router.

wifi-01

(2) Jauhkan Wireless router dari bahan yang mengandung metal dan tinggikan dari lantai atau dinding.

Metal, dinding, dan lantai dapat menggangu sinyal wireless router kita. Usahakan peralatan kita tidak berdekatan dengan benda diatas. dengan berdekatan dgn benda tersebut akan melemahkan sinyal dari Wireless Router dan menggangu penerimaan pada Laptop atau perangkai lainnya.

(3) Gunakan Antena Wireless yang tepat.

Gunakanlah antena bawaan dari perangkat tersebut. Karena antena default dari wireless router sudah di design omni-directional, artinya sinyal dipancarkan ke segala arah. Tetapi jika kita ingin mengarahkan sinyal ke satu arah maka gunakanlah antena hi-gain atau antena arahan.

wifi-02

(4) Tukar wireless network adapter pada Komputer.

Prinsip Wireless network signals yang baik adalah dapat mengirim dan menerima sinyal ke komputer dan sebaliknya. Kadang perangkat wireless di Komputer kita tidak melakukan hal ini dengan baik, karena mungkin menggunakan tipe Hi-Gain antena, sehingga sinyal tidak dibalikan ke arah yang benar. Jika kita sudah menggunakan jenis yang tepat, berarti tidak perlu lagi melakukannya.

(5) Tambahkan wireless repeater.

Wireless repeaters digunakan untuk menambah jangkauan jarak dari dari sinyal yang dihasilkan oleh wireless router tanpa harus menambahkan kabel. Jika kita memiliki area yang cukup luas, sebaiknya ditambah dengan repeater. Salah satu produk dari wireless repeater adalah ViewSonic, D-Link, Linksys, dan Buffalo Technology.

wifi-03

(6) Pilih channel yang tepat untuk wireless router.

Sinyal yang dihasilkan oleh perangkat wireless kadang bisa diganggu atau adanya interferen dari perangkat Radio Amatir dan sejenisnya. Channel yang umum digunakan adalah 1, 6, dan 11. Ubahlah perangkat ke channel tersebut. Kita tidak perlu lagi mengubah konfigurasi pada perangkat yang tersambung di PC atau Laptop, karena secara otomatis akan terdeteksi.

(7) Mengurangi interferensi Sinyal Wireless.

Jika disekitar kita banyak menggunakan cordless phones atau perangkat elektronik lain yang menggunakan sinyal juga, makanya pastikan bahwa perangkat wireless kita berjalan di frekuensi 2.4GHz. Biasanya cordless phones menggunakan frekuensi 5.8GHz atau 900MHz.

(8) Update your firmware or your network adapter driver.

Lakukan update secara teratur Firmware dari Wireless Router yang anda gunakan. Cara dan info terbaru untuk melakukan update dapat mengunjungi Web site pembuat perangkat.

(9) Gunakanlah perangkat dari satu vendor.

Kadang kala Linksys router dapat bekerja dengan D-Link network adapter, tetapi belum tentu menghasilkan hasil yang sangat optimal. Makanya lebih baik kita menggunakan perangkat yang satu merk.

(http://okihelfiska.wordpress.com/2008/10/05/10-cara-meningkatkan-kemampuan-jaringan-wireless/

3. Dalam dunia keamanan komputer, hacker merupakan seseorang yang berkutit di dunia kemanan komputer, mempelajari, menganalisa, dan selanjutnya bila menginginkan, bisa membuat, memodifikasi, atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah perangkat. Biasanya istilah hacker identik dengan konotasi negatif, yaitu black-hat hacker (hacker kriminal, mereka yang menerobos keamanan sistem komputer tanpa ijin, umumnya dengan maksud untuk mengakses komputer-komputer yang terkoneksi ke jaringan tersebut). Agar pengertiannya tidak ambigue, maka biasanya black-hat hacker disebut dengan cracker.

Sedangkan hacker secara umum lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana melindungi sebuah sistem, dimana bertentangan dengan black-hat yang lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana menerobos sistem tersebut.

Hacker bukanlah orang dengan nickname, screenname atau handlename yang lucu, konyol dan bodoh. Eric S Raymond menyebut bahwa menyembunyikan nama, sebenarnya hanyalah sebuah kenakalan, perilaku konyol yang menjadi ciri para cracker, warez d00dz dan para pecundang yang tidak berani bertanggungjawab atas perbuatannya. Hacker adalah sebuah reputasi, mereka bangga dengan pekerjaan yang dilakukan dan ingin pekerjaan itu diasosiasikan dengan nama mereka yang sebenarnya.

Mudahnya kita analogikan seperti artikel saya sebelumnya, Ahli Kunci. Ahli kunci yang tidak professional bisa dengan mudah beralih profesi menjadi pencuri. Begitu pula Hacker jika tidak tidak professional bisa dengan mudah beralih profesi menjadi cracker.

Karena itu mulai sekarang mari lah kita bedakan antara Hacker dan Cracker dengan baik. Hacker dan Cracker sudah berbeda jauh artinya. Apalagi dengan Blogger, yang tidak ada sangkut pautnya dengan Hacker dan Cracker sama sekali.

http://rosyidi.com/beda-hacker-dan-cracker/

4.

Gelombang Serangan

Biasanya penganalisis keamanan sistem akan mencoba memikirkan skenario berbagai jenis serangan yang dapat dilakukan pada suatu sistem jaringan komputer. Pada dasarnya serangan pada suatu sistem jaringan komputer sendiri ada 3 gelombang tren utama yaitu:

* Gelombang pertama adalah serangan fisik . Serangan ini ditujukan kepada fasilitas jaringan, perangkat elektronis dan komputer.
* Gelombang kedua adalah serangan sintatik. Serangan ini ditujukan terhadap keringkihan (vulnerability ) pada perangkat lunak, celah yang ada pada algoritma kriptografi atau protokol.
* Gelombang ketiga adalah serangan semantik. Serangan jenis ini memanfaatkan arti dari isi pesan yang dikirim. Dengan kata lain adalah menyebarkan disinformasi melalui jaringan.

http://netsains.com/2008/08/waspadai-uji-penetrasi-dengan-kenali-metoda-serangan/

5.

Perkembangan teknologi komputer yang semakin cepat, canggih dan berkemampuan tinggi meliputi: kapasitas memori yang semakin besar, proses data yang semakin cepat dan fungsi yang sangat majemuk (multi fungsi) serta semakin mudahnya komputer dioperasikan melalui beberapa paket program, berdampak pula pada proses pembuatan peta. Pembuatan peta secara konvensional secara terestris dapat di permudah dengan bantuan komputer mulai dari pembacaan data di lapangan yang dapat langsung di download ke komputer untuk pelaksanaan perhitungan poligon, perataan penghitungan (koreksi) dan lain-lain, bahkan sampai pada proses pembuatan pemisahan warna secara digital sebagai bagian dari proses pencetakan peta.

Perkembangan lainnya adalah dapatnya peta-peta yang telah ada melalui proses digitasi baik secara manual menggunakan digitizer/mouse maupun dengan menggunakan scanner menyebabkan data dalam peta dapat ditransfer dari peta analog ke peta digital dan data dapat di perbaharui (ditambah maupun dikurangi dan lain-lain) sesuai kebutuhan pengguna.

Dengan berkembangnya teknologi satelit utamanya satelit navigasi yang dapat dipadukan dengan teknologi komputer, dampaknya terhadap bidang pemetaan juga semakin besar, yakni pembuatan peta melalui pemanfaatan citra satelit yang diedit/diolah de-ngan komputer. Mudahnya proses pembuatan peta tersebut juga dibarengi dengan kemudahan dalam hal memperbanyak, mentransfer, membuat duplikat (copy) kedalam disket atau media penyimpan/perekam lainnya sehingga mempermudah untuk disebar luaskan ataupun diperjual-belikan. Tidak menutup kemungkinan hal itu dapat pula dilakukan terhadap peta-peta topografi buatan Dittop TNI-AD, peta-peta buatan Dishidros TNI-AL, peta-peta buat-an Dissurpotrud TNI-AU atau peta-peta lainnya yang berklasifikasi rahasia. Dipandang dari segi pertahanan, keamanan dan kepentingan militer, maka hal tersebut merupakan kerawanan, dimana sampai saat ini kita masih menekankan produk peta tersebut di atas merupakan barang yang berklasifikasi rahasia dan terbatas (tergantung kedarnya), dimana untuk memperolehnya harus melalui prosedur yang telah ditetapkan.Tantangan yang kita hadapi sekarang adalah bagaimana cara mengamankan data pemetaan digital khususnya yang menyangkut daerah rawan, obyek vital di wilayah Republik Indonesia.

Pembuatan Dan Penggunaan Peta Digital. Dengan semakin mudahnya proses pembuatan peta menyebabkan banyak pihak yang melibatkan diri dalam bidang survei dan pemetaan, khususnya yang bergerak dalam bidang penyediaan data spatial (muka ruang bumi) sesuai dengan keinginan pemesan/pengguna (user). Para produsen selalu akan berusaha untuk dapat memenuhi keinginan dan pesanan dari para pengguna dan cenderung mengikuti permintaan pasar. Pada umumnya pihak-pihak yang lapangan pekerjaannya berkaitan dengan perencanaan dan pemanfaatan ruang seperti halnya bidang transmigrasi, kehutanan, pertanian, perumahan, pekerjaan umum, pengembang perumahan dan lain-lain sangat membutuh-kan peta sebagai salah satu sarana pokok dalam membuat perencanaannya.

Sulitnya prosedur perolehan peta topografi merupakan salah satu faktor penyebab mereka mencari alternatif lain untuk memperoleh peta lain yang dapat memberikan informasi tentang medan sebaik atau lebih baik dari peta topo-

grafi, dalam hal ini contohnya seperti Peta Rupa Bumi produk Bakosurtanal. Dengan perkembangan teknologi belakangan ini beberapa bagian wilayah Indonesia telah diliput dengan citra satelit dan direkam/disimpan dalam media compact disk yang dapat dipesan oleh pihak pengguna sesuai kebutuhan dan daerah yang dibutuhkan.

Pembuatan Peta Digital.

  • Ditinjau dari segi efisiensi pembuatannya ada kecenderungan semakin banyak pihak yang berkecimpung dalam pembuatan peta digital, karena prosesnya akan lebih singkat dibandingkan dengan pembuatan peta secara konvensional.

  • Dengan memanfaatkan sistem digitasi dengan digitizer (mouse) dan scanner dalam proses digitasi peta-peta yang telah ada, tidak menutup kemungkinan peta-peta yang di-klasifikasikan sebagai dokumen rahasia akan diubah pula menjadi peta lain dalam bentuk data digital.

  • Pembuatan peta yang kemungkinannya lebih mudah dikembangkan adalah dengan pemanfaatan citra satelit. Hal ini disebabkan karena dengan orbit satelit yang setiap saat meng-itari bumi termasuk wilayah Republik Indonesia, membuat cakupan rekaman data tentang kenampakan permukaan bumi wilayah Indonesia dapat direkam semuanya dan dapat dipetakan sesuai periode waktu yang ditetapkan. Salah satu kesulitan dalam proses pemetaan dengan citra satelit adalah masih diperlukan proses interpretasi data obyek yang ada pada citra satelit, sehingga diperlukan pengecekan lapangan (field checking) dan data/peta lain untuk ketepatan informasi tentang data yang dipetakan. Namun kesulitan ini dapat diatasi sendiri oleh pihak pengguna dengan jalan melaksanakan kegiatan pengecekan lapangan sendiri sesuai kebutuhan.

  • Sampai saat ini yang dapat mengoptimalkan pemetaan secara digital menggunakan citra satelit dan pemanfaatannya adalah pihak/lembaga-lembaga di luar negeri. Di Indonesia sendiri baru akan dilaksanakan dan telah dilaksanakan persiapan-persiapan ke arah pemetaan digital. Dengan dikembangkannya pemetaan digital oleh pihak-pihak asing, tidak menutup kemungkinan data mengenai wilayah Indonesia justru lebih dikuasai oleh pihak luar, sehingga pihak kita justru harus membeli untuk dapat memiliki dan memanfaatkannya.

Penggunaan Peta Digital.

Penggunaan peta digital pada dasarnya sama saja dengan peta biasa, hanya wujudnya yang agak berbeda, dimana peta biasa hanya dapat digunakan dalam bentuk lembaran atau helai sedangkan peta digital selain ada peta seperti halnya peta biasa disertai data yang telah tersimpan dalam media perekam seperti magnetik tape, disket, compact disc dan lain-lain sehingga sewaktu-waktu dapat diedit dan dicetak kembali sesuai kebutuhan. Dengan kemudahan pengolahan dan pemindahan dari media komputer ke media penyimpan data seperti disket, compact disck dan lain-lain membawa dampak negatif antara lain :

  • Dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berwenang dan dapat diperbanyak, diberikan kepada pihak lain serta dapat diperjual-belikan secara bebas. Dengan kata lain jatuh ke tangan pihak yang tidak seharusnya boleh memperoleh dan mempergunakannya tanpa mendapatkan ijin dari pemerintah Republik Indonesia.

  • Terjadinya pembocoran data kekayaan alam, dislokasi militer dan segala sesuatu yang seharusnya menjadi rahasia negara. Hal ini disebabkan dengan berbagai teknik interpretasi citra yang ada, baik dengan cetode (band) dan lain-lain maka semua yang ada baik dipermukaan wilayah maupun dibawah permukaan tanah dapat diketahui.

  • Data tentang kondisi medan/alam wilayah Republik Indonesia dapat ditransfer secara langsung dan secara cepat dengan menggunakan jaringan komputer yang saling dihubungkan (menggunakan modem), sehingga untuk kepentingan taktis maupun strategis pihak lawan/musuh dapat sewaktu-waktu dimonitor di/dari tempat lain. Tentunya hal ini akan sangat merugikan bagi bidang pertahanan keamanan/militer negara kita.

Penggunaan Peta Digital Yang Diharapkan

Masalah pembuatan peta digital terutama melalui penggunaan citra satelit sangat sulit untuk dicegah, terutama dengan perkembangan teknologi satelit navigasi yang sangat cepat. Selain itu yang me-nguasai teknologi satelit justru negara lain seperti Amerika (Lansat, Seasat dan Geosat), Pe-rancis (SPOT), Kanada (Radarsat) dan lain-lain, sehingga mereka dengan sendirinya dapat memanfaatkan data citra satelitnya baik untuk kepentingan dalam nege-rinya sendiri maupun untuk dapat mengetahui keadaan/kondisi negara-negara lain. Demikian pula dalam penggunaannya semua pihak pengguna dapat secara langsung memesan/membeli kepada lembaga/perusahaan yang membuat peta tersebut. Sesuai dengan hal -hal tersebut di atas, maka dalam pembuatan dan penggunaan peta-peta digital tersebut seharusnya melalui prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia.

Walaupun dalam proses pembu-atannya sulit untuk dipantau dan dimonitor, namun sebaiknya pembuatan peta-peta digital me-ngindahkan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

  • Dalam pembuatan peta baik dari proses digitasi peta-peta yang diklasifikasikan sebagai dokumen rahasia, harus memperoleh ijin dari pemerintah RI, dalam hal ini diberlakukan seperti porosedur untuk memperoleh peta Topografi TNI-AD. Tidak diijinkan melakukan proses digitasi terhadap peta topografi atau peta lainnya tanpa seijin pemerintah RI dalam hal ini instansi-instansi terkait antara lain : Departemen Dalam Negeri RI, Departemen Pertahanan RI, Mabes TNI, Bais TNI dan Angkatan.

  • Khusus tentang proses pembu-atan peta digital dari citra satelit yang dilakukan baik oleh pihak-pihak/lembaga dalam negeri maupun luar negeri, perlu pula diatur dalam bentuk perundang-undangan survei pemetaan tersendiri. Terutama terhadap pembuat peta digital dari pihak-pihak/lembaga di luar negeri perlu diatur dalam bentuk perjanjian/kesepakatan bersama di forum internasional. Perlu untuk didapat/diperoleh kepastian tentang sampai sejauh mana pihak lain dapat menggunakan keunggulan wilayah suatu negara/negara lain.

Semakin banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam pembuatan perencanaan pem-bangunan dan pelaksanaan pembangunan terutama yang berkait-an dengan penggunaan tanah/lahan secara langsung, salah satunya membutuhkan tuntutan data yang akurat dan cepat ten-tang medan/permukaan bumi dalam skala/kadar tertentu sesuai dengan adanya peta yang dapat diolah/diedit dengan cepat melalui ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

  • Data peta digital yang telah ada tidak boleh dengan mudah untuk diperjual-belikan dengan bebas tanpa melalui prosedur dan ketentuan yang diberlakukan oleh Pemerintah RI. Prosedur yang diberlakukan dapat disamakan dengan prosedur permintaan peta topografi produk Direktorat Topografi TNI-AD sesuai dengan kedarnya.

  • Dalam hal pemilikannya perlu pula diatur ketentuan/per-undangan yang menentukan lembaga atau instansi mana yang berhak untuk memiliki sekaligus menggunakannya.

  • Penggunaan data peta digital tersebut telah mendapatkan ijin dari instansi yang berwenang dan mengawasi penggunaannya.

  • Penggunaan data peta digital haruslah terkoordinir dengan baik, baik dilingkungan in- stansi pemerintah sendiri maupun pada lembaga-lembaga/perusa-haan swasta yang membutuhkannya.

  • Penjualan data peta digital kepada pengguna swasta juga harus atas seijin lembaga atau instansi yang berwenang dan mengawasi data tersebut. Dalam hal ini termasuk diberlakukan ketentuan seperti halnya larangan untuk melakukan duplikasi (copy) atau pembajakan data peta digital dengan pengawasan yang ketat disertai sanksi hukum yang berat.

Faktor yang berpengaruh terhadap pelaksanaan pengamanan.

Dalam rangka mewujudkan kondisi pembuatan maupun penggunaan data pemetaan digital seperti yang diharapkan, tidak terlepas dari kendala yang ada berupa adanya faktor-faktor baik yang mendukung maupun yang menghambat. Faktor-faktor yang mendukung antara lain terdiri atas :

Perundang-undangan Survei dan Pemetaan yang ada. Walaupun perundangan Surta yang ada masih bersifat mengatur kegiatan dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing lembaga/instansi, permatra ataupun perbidang seperti matra darat (DittopTNI-AD),matra laut (Dishidros TNI-AL),matra udara (Dissurpotrud TNI-AU), Mabes TNI (PUSSURTA TNI), Dephan (Ditwilhan), Bakosurtanal dan instansi pemerintah lainnya, sedikit banyak telah menetapkan lembaga/instansi yang berwenang dan berkompeten mengatur/mengadakan pekerjaan survei dan pemetaan. Ketentuan yang berlaku dalam perundangan yang ada dapat diterapkan terhadap pembuatan dan prosedur untuk memperoleh, menyimpan maupun menggunakan data peta digital. Bila perundangan Surta secara nasional dapat diberlakukan diharapkan akan berdampak positif terhadap kegiatan survei pemetaan wilayah nasional RI termasuk terhadap pemetaan digital tersebut.

Sumber Daya Manusia.Tenaga ahli yang memahami dan me-nguasai tentang seluk beluk kegiatan survei dan pemetaan termasuk pemetaan digital di Indonesia merupakan potensi yang mendukung pelaksanaan pembuatan maupun penggunaan data pemetaan digital seperti yang diharapkan. Terhadap mereka perlu diberikan masukan tentang pentingnya langkah-langkah pengamanan terhadap data pemetaan digital, sebab orientasi mereka terutama terhadap aspek pemanfaatan data (terutama peta) secara optimal, sehingga mereka meng-abaikan segi pengamanannya yang antara lain disebabkan oleh :

  • Ketidak mengertian tentang perlunya tindakan pengamanan terhadap data tersebut. Hal ini terjadi karena menurut persepsi mereka yang terpenting adalah bagaimana dapat tersedianya data guna dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan perencanaan pembangunan. Keadaan demi-kian juga dilakukan oleh tenaga-tenaga ahli yang bergerak dan bekerja di sektor swasta.

Belum jelasnya klasifikasi tentang data peta bagaimana yang digolongkan rahasia. Oleh sementara orang, masih rancu

  • pengertian tentang data peta yang dianggap rahasia.Dengan pemberian masukan dan informasi yang jelas tentang kedua aspek tersebut di atas, maka sumber daya manusia yang ada akan sangat membantu terhadap kegiatan pengamanan yang akan dijalankan.

Faktor-faktor yang menghambat antara lain terdiri atas beberapa hal di bawah ini :

Perkembangan Teknologi. Dalam hal ini perkembangan teknologi di bidang satelit navigasi selain membawa dampak positif juga membawa dampak negatif khususnya dalam upaya pengamanan data peta digital dikatakan sebagai penghambat karena dengan kemajuan teknologi yang ada memungkinkan peliputan seluruh permukaan bumi dengan sensor/receiver yang diletakkan pada wahana satelit semakin mudah, apa lagi saat ini tingkat kemampuan resolusinya semakin tinggi.

Pelaksanaan Pemetaan secara Parsial. Pada kenyataannya pelaksanaan pemetaan yang diselenggarakan di Indonesia dilakukan oleh beberapa instansi pemerintah baik sipil maupun militer, maupun oleh lembaga swasta yang menjadi kontraktor dalam pelaksanaan survei dan pemetaan. Kondisi tersebut disebabkan de-ngan dasar operasi mereka adalah Undang-undang Surta yang dimilikinya. Hal ini menyebabkan kesulitan untuk memantau efisiensi pelaksanaan pemetaan wilayah nasional. Berkaitan de-ngan pengamanan penggunaan data peta digital dengan dilaksanakannya kegiatan survei dan pemetaan secara parsial lebih menyulitkan lagi dan tingkat kebocoran dan penyalahgunaan data tersebut semakin besar, karena perputaran maupun jaringan

Belum adanya Undang-undang Surta yang bersifat Nasional. Sampai saat ini belum berhasil diterbitkan Perundang-undangan yang mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan survei dan pemetaan serta penggunaan produk pemetaan tersebut. Dengan kondisi tanpa perundang-undangan yang bersifat nasional, terlihat adanya ketidak sinkronan dalam penyelenggaraan kegiatan survei dan pemetaan. Dengan perkembangan sistem pemetaan secara digitasi, sedangkan Undang-undangan Surta juga belum ditetapkan, maka pelaksanaan pengamanan data peta digital tersebut juga akan menjadi semakin sulit.

Masalah Klasifikasi Peta.Penetapan peta topografi sebagai barang berklasifikasi rahasia me-nimbulkan pertanyaan terutama dari kalangan sipil dan swasta. Terhadap masalah ini seharusnya dikaji kembali. Mungkin dari kalangan militer sendiri juga akan mempertanyakan dimana letak kerahasiaan data peta tersebut. Untuk itu perlu diberikan penjelasan kembali tentang mengapa peta topografi tersebut dianggap sebagai barang berklasifikasi rahasia, sehingga tidak menimbulkan keraguan dalam melakukan tindakan pengamanan. Bertitik tolak dari keinginan untuk menciptakan kondisi dimana prosedur pembuat-an maupun penggunaan data pemetaan digital sesuai dengan yang kita harapkan, maka perlu diambil langkah-langkah yang dapat mengatasi dan memanfaatkan kendala yang ada.

Upaya pengamanan

Upaya yang dapat dilakukan antara lain penyiapan Undang-undang serta tentang peta digital, pembenahan badan-badan pe-laksanaan Surta, pembuatan prosedur perijinan, peningkatan sumber daya manusia dan penyempur-naan tentang klasifikasi penggunaan peta.

Pembuatan Undang-undang Surta Peta Digital.

Selain upaya mewujudkan diterbitkannya peraturan perundang-undangan Surta yang bersifat Nasional, perlu pula diupayakan untuk memasukkan peraturan yang menyangkut tentang peta digital atau dibuatkan peraturan perundangan sendiri yang lebih rinci tentang hal-hal yang berkaitan dengan peta digital. Dalam perundangan ini sedapatnya juga diatur masalah/unsur yang berkaitan de-ngan pemetaan digital seperti halnya ketentuan lembaga untuk dapat menggunakan/memesan ataupun membeli data citra satelit, demikian pula tentang ketentuan penjualan data yang dapat dilakukan oleh pihak asing kepada lembaga/instansi kita. Dengan adanya peraturan perundangan tentang pemetaan digital, maka akan diperoleh kejelasan tentang :

  • Lembaga/instansi yang bertanggung jawab dalam mengkoordinir dan melaksanakan kegiat-an pembuatannya (Surta).

  • Lembaga/instansi yang bertindak/berwenang untuk menga-wasi dan mengendalikan proses pembuatan maupun prosedur penggunaan dan penyebarlu-asan data peta digital.

  • Adanya wadah koordinasi yang bersifat mengawasi dan membina pelaksanaan Surta digital dan penggunaan produknya. Wadah ini bentuknya seperti Bakorstanas/Bakorstanasda yang akan mengatasi segala permasalahan yang timbul di bidang survei dan pemetaan.

  • Prosedur untuk memperoleh dan mempergunakan data peta digital lengkap dengan sistem perijinannya.

  • Adanya sanksi yang berat terhadap penyalahgunaan wewenang, proses pembuatan, prosedur penggunaan dan dalam hal penyebarluasan data peta digital.

Pembenahan Badan Surta.

Pembenahan badan penyelenggaraan kegiatan Surta yang dimaksud sebenarnya identik dengan badan penyelenggara pemetaan yang telah ada saat ini. Hal ini dapat dilaksanakan dan diwujudkan dengan adanya peraturan se-tingkat undang-undang yang mengatur tentang penyelenggaraaan pemetaan secara luas di tingkat Nasional. Dengan pembenahan badan penyelenggaraan dan pelaksana Surta, diharapkan diperoleh :

  • Efisiensi pelaksanaan Surta pada umumnya dan pemetaan digital khususnya.

  • Kemudahan dalam pengawasan baik terhadap proses pemetaan digital, penggunaan data peta digital dan penyebar luasannya.

  • Kemudahan untuk memperoleh/menggunakan data peta digital dengan prosedur yang ketat namun tidak mempersulit.

  • Terlokalisirnya produk peta digital yang telah diproduk dalam suatu lembaga yang bersifat sebagai bank peta digital.

Pembuatan Prosedur Perijinan.

Untuk lebih memudahkan pelaksanaan pemetaan digital dan penggunaan produknya, perlu dibuat perijinan yang mengatur dengan ketat tetapi jelas dan mudah untuk dilaksanakan. Hal ini untuk menghindarkan kesan bahwa prosedur tersebut hanya untuk mempersulit. Untuk itu perlu diberikan pengertian bahwa prosedur tersebut semata-mata demi pengamanan. Melalui prosedur yang jelas, pihak pengguna justru akan lebih mudah untuk menggunakan produk peta digital. Demikian pula diperoleh kejelasan tentang bagaimana ketentuan untuk dapat melaksanakan kegiatan pembuatan peta secara digital untuk kepentingan suatu lembaga/instansi.

Peningkatan Sumber Daya Manusia.

Salah satu faktor dominan yang menentukan keberhasilan upaya pengamanan yang dilakukan adalah dengan jalan membina sumber daya yang akan melaksanakannya. Langkah-langkah yang perlu diambil antara lain :

  • Menanamkan pengertian tentang perlunya tindakan peng-amanan terhadap data permukaan bumi kita yang memiliki kandungan nilai strategis terhadap pertahanan dan keamanan negara kepada tenaga-tenaga ahli yang berkecimpung dalam bidang pemetaan digital.

  • Memberikan pendidikan yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan untuk dapat mahir dalam segala bidang yang berkaitan dengan pemetaan digital agar mempunyai kemampuan antisipasi terhadap upaya pihak-pihak luar untuk memperoleh data tentang keadaan bumi Indonesia terutama yang memiliki aspek pertahanan dan keamanan dan bernilai strategis.

  • Mengadakan forum kajian antar lembaga/instansi yang terkait dalam upaya pengembangan sistem pemanfaatan data peta digital agar lebih efisien dan dapat mendukung kegiatan tiap lembaga/instansi sesuai kebutuhan dan tuntutan tugasnya masing-masing.

Klasifikasi Tentang Penggunaan Peta.

Masih kurang jelasnya tentang klasifikasi mengapa peta topo-grafi tergolong rahasia membutuhkan suatu upaya untuk meluruskan/menyamakan persepsi kita tentang klasifikasi tersebut. Disamping itu perlu juga dipertimbangkan untuk mengadakan pengkriteriaan tertentu terhadap peta-peta yang benar-benar tergolong berklasifikasi rahasia.Selain itu perlu juga dilakukan pengklasifikasian penggunaan peta antara lain sebagai berikut :

  • Penetapan bahwa peta digital yang diklasifikasikan rahasia berupa hasil modifikasi peta topografi atau hasil pemetaan dari citra satelit dengan penonjolan data militer misalnya untuk kedar 1:25.000 sampai 1:100.000, penggunaannya terbatas untuk lingkungan TNI dan Dephan.

  • Peta-peta lain berbagai kedar tanpa penonjolan data militer dapat dipergunakan juga oleh instansi sipil dan swasta sesuai prosedur yang berlaku, dengan tingkat klasifikasi sesuai dengan kedarnya.

  • Terhadap peta-peta tematik digital yang tidak bertemakan data militer dapat dipergunakan langsung oleh pihak umum. Pada umumnya ba-nyak juga peta tematik yang dibuat secara digitasi.

  • Diadakan pembedaan yang jelas antara peta yang hanya untuk digunakan oleh pihak militer dan peta mana yang boleh digunakan oleh pihak lain (sipil dan swasta). Hal ini agar tidak menimbulkan kerancuan tentang peta mana yang tergolong rahasia dan mana yang bukan.

Kesimpulan.

  • Pengamanan terhadap data pemetaan digital dapat dilaksanakan baik pada tingkat prosedur pembuatannya maupun pada proses penggunaannya serta dalam hal penyebarluasannya.

  • Masih diperlukan berbagai pembenahan dalam rangka pengamanan data pemetaan digital yang disebabkan belum adanya Perundangan Surta yang bersifat nasional, belum tertatanya lembaga yang bertanggung jawab.

  • Dengan tersedianya tenaga/sumber daya manusia yang berkwalitas dalam penanga- nan pemetaan digital merupakan modal utama dalam proses pengamanannya.

Saran.

  • Perlu dipercepat keluarnya Undang-undang tentang Surta khususnya yang berkaitan de-ngan pemetaan digital, karena Undang-undang ini akan sangat berpengaruh terhadap upaya-upaya yang dilakukan dalam pengamanan data pemetaan digital.

  • Lembaga-lembaga pembuat peta perlu membuat penjelasan tentang kriteria rahasia yang ditetapkan terhadap peta produknya.

http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?vnomor=8&mnorutisi=10


Sabtu, 25 Oktober 2008

TENTANG KU..!!


Sejak pertama kali aku ngijakkin kaki didunia ini pada 23 september 1994 kala itu aku pertama kali melihat indahnya kota PALEMBANG..
Sejak saat itu sngat bangga jadi orang PALEMBANG..
karena diPalembang banyak hal yang dapat kutemui..
yang paling dari kusukai dariSumsel dan Palembang ini memiliki masyarakat yang gila bola..